Apakah Mereka semua masih peduli apa yang kurasa ??

kayaknya memang mereka semua senang melihat ku sakit hati …
mungkin juga mereka senang melihat ku kecewa dan menderita …

aku menyerah lagi kali ini…
entahlah, aku tak ingin lagi berbuat apapun…

mungkin, ku harus kembali menyendiri dan menutupi segalanya yang ku punya, bahkan termasuk semua kemampuanku …

aku akan kembali seperti dulu..
menjadi diriku yang dulu..
menjadi aku yang lebih pendiam dan bersikap cuek dan tak tahu apa2 alias TOLOL !!

kalian menginginkan aku seperti itu ..
ku lakukan …

kalian tak tahu rasa nya bagaiman di tindas dan di perlakukan seperti itu selama bertahun2 …

dengan seenaknya kalian menjadikan aku yang seperti kalian inginkan..
mungkin benar kata kalian, bahwa aku tak selayaknya dianggap manusia ..
mungkin lebih pantas menjadi hewan !!

katakanlah selamanya aku seperti itu ..
mulai detik ini dan selamanya,
aku akan berusaha tak peduli dengan siapapun, termasuk diriku sendiri ..

kita lihat nanti,
jika aku berlaku demikian,
apakah kalian semua masih memperlakukanku seperti ini kembali ??

jika itu masih terjadi,
aku tak tahu lagi harus bagaimana…

aku menyerah !!

 

 

 

Benar kata salah satu sahabatku,

Mereka berbuat seenak mereka, tanpa sedikitpun memikirkan perasaaan ku.

Dan mereka memperlakukanku seperti orang-orang hina..

Mereka hanya bisa merendahkan ku dan memperolok ku setiap aku melakukan sesuatu kesalahan yang mungkin itu hanya sebuah kesepelean kecil.

 

Dan sahabat ku berkata, 

Jadilah seseorang yang bijak mengambil suatu kondisi apapun yang terjadi dalam hidupmu, jika apabila nanti mereka tetap berlaku seperti itu kembali.

Lepaskan saja muatan kekesalan mu pada mereka. Supaya mereka tau, kau telah lama cukup bersabar dengan apapun perlakuan mereka terhadapmu.

Namun, mereka tetap berlaku demikian terhadapmu.

Maka saat itulah kau boleh mengeluarkan larva mu. Keluarkan semua larva mu, sampai semua tenaga mu habis dan kau PUAS!!

 

 

Tapi, hasil itu tetap sama. Mereka tetap seperti itu dan makin kian lama makin menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Dan kembali aku hanya mencoba bersabar kembali. Mencoba terdiam dan termangu melihat nasib-nasib penderitaan hati yang terlalu tersakiti tiap waktu.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s