Alinka Hardianti dari Film Tokyo Drift Sampai Hampir Ditangkap Polisi

Alinka Hardianti (20) adalah sosok pembalap muda Indonesia yang memiliki bakat dan potensi. Turun sirkuit sejak usia 14 tahun, Alinka yang tumbuh di keluarga pembalap, sudah mencoba beberapa jenis olahraga balap.

Alinka lalu jatuh hati ke olahraga drifting. Olahraga yang bagi sebagian orang hanya terlihat memutar-mutar mobil sambil menghabiskan ban, namun ternyata membutuhkan pengetahuan keselamatan, teknis dan kemampuan yang baik.

Seperti apa kisah perjalanan karier balap gadis kelahiran Jakarta 21 Juni 1992 itu? Berikut petikan wawancara Yahoo! Indonesia Olahraga dengan Alinka belum lama ini:

Bagaimana awalnya bisa menekuni olahraga balap?

Jadi bokap itu memang pembalap, saya tidak pernah disuruh tapi diarahkan dengan halus. Setiap akhir pekan diajak nonton balapan, belajar mobil pun dengan mobil balap. Sampai awalnya ikut slalom. Saat itu mobil masih disediakan oleh panitia. Itu awal 2005, lalu pada 2007 ikut kejurnas slalom.

Kalau terjun ke olahraga drifting sejak kapan?

Ikut drifting pertama kali tahun 2009. Langsung menang juara pertama front wheel drive. Lalu 2011 ditarik ke tim Achilles (salah satu produsen ban mobil). Sejak itu dikasih mobil yang layak dengan berpenggerak roda belakang.

Kenapa bisa memilih olahraga drifting, bukan balap yang lain?

Awalnya karena film The Fast and the Furious: Tokyo Drift. Kelihatannya seru banget. Pernah juga nyobain beberapa balap, seperti gokart, tapi bosan sendirian di mobil kayak gitu. Pernah motocross juga. Yah ketemu feelnya di drifting ini.

Kamu pernah merasa minder menjadi drifter cewek?

Minder sih nggak, karena ada 5 sampai 8 orang drifter cewek juga yang saya kenal di Indonesia. Nggak ada masalah kok.

Menurut kamu apa yang membuat olahraga ini kurang berkembang di Indonesia?

Ikut olahraga ini memang mahal banget. Untuk persiapan mobilnya saja bisa Rp5 sampai Rp15 juta. Itu untuk yang nggak punya mobil. Jadi untuk sewa mobil, perlengkapan, kru, bensin. Kalau gabung tim besar persiapannya bisa Rp60 sampai Rp100 juta. 

Lalu kita kurang lahan untuk latihan. Sirkuit Sentul bisa, tapi aspalnya jahat sama ban. Dua kali muter saja untuk latihan, ban sudah habis, karena memang ban yang dipakai untuk drifting kan ban mobil biasa. Kalau aspalnya bagus, ban bisa hemat, saya bisa untuk 3 minggu.

Olahraga drfiting ini kan banyak diikuti sama anak-anak muda, menurut kamu apakah bisa untuk menekan kenakalan remaja?

Kalau difasilitasi dengan baik, menurut saya bisa.

Pengalaman berkesan kamu selama menekuni olahraga drifting apa?

Waktu itu iseng-iseng ikut teman nonton drifting liar di jalan raya. Tiba-tiba datang banyak polisi pakai truk. Panik lah saat itu, tapi untungnya kita bisa lari.

Biodata:
Gambar
Nama: Alinka Hardianti
Lahir: Jakarta, 21 Juni 1992
Ayah: Didi Hardianto
Pendidikan: Mahasiswi Semester 6 Universitas Pelita Harapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s